Meta Ads

Biaya per Chat vs Biaya per Pembeli: Cara Menilai Iklan WhatsApp

· 3 menit baca
Diagram batang perbandingan biaya per chat dan biaya per pembeli untuk dua iklan

Laporan iklan WhatsApp biasanya dibuka dengan satu angka: biaya per percakapan. Angka ini mudah didapat, karena Meta menghitungnya otomatis. Sayangnya, angka ini juga yang paling sering menyesatkan.

Percakapan bukan penjualan. Iklan dengan biaya per percakapan termurah bisa saja mendatangkan orang yang hanya bertanya harga lalu menghilang.

Tiga angka yang perlu dibedakan

Angka Cara menghitung Yang dijawab
Biaya per percakapan Biaya iklan ÷ jumlah chat masuk Seberapa murah iklan memancing orang memulai chat
Biaya per prospek Biaya iklan ÷ jumlah chat yang jadi prospek Seberapa murah iklan mendatangkan orang yang berminat
Biaya per pembeli Biaya iklan ÷ jumlah pembeli Berapa biaya iklan untuk satu penjualan

Angka pertama bisa dibaca langsung di Ads Manager. Dua angka berikutnya hanya bisa dihitung kalau Anda tahu chat mana yang jadi prospek dan mana yang membeli.

Contoh: iklan yang terlihat murah belum tentu menang

Misalkan Anda menjalankan dua iklan dengan biaya yang sama, masing-masing Rp1.000.000 (angka contoh):

Iklan A Iklan B
Chat masuk 200 80
Biaya per percakapan Rp5.000 Rp12.500
Jadi prospek 20 32
Membeli 4 10
Biaya per pembeli Rp250.000 Rp100.000

Dilihat dari biaya per percakapan, Iklan A tampak jauh lebih baik. Dilihat dari biaya per pembeli, Iklan B dua setengah kali lebih efisien. Kalau keputusan diambil dari angka pertama saja, anggaran justru dipindahkan ke iklan yang lebih buruk.

Tambahkan nilai pembelian: ROAS

Biaya per pembeli belum menceritakan semuanya. Pembeli yang belanja Rp200 ribu dan yang belanja Rp2 juta dihitung sama.

Di sinilah ROAS (return on ad spend) dipakai:

ROAS = total nilai pembelian ÷ biaya iklan

Kalau Iklan B mendatangkan total pembelian Rp4.000.000 dari biaya Rp1.000.000, ROAS-nya 4. Artinya setiap Rp1 iklan kembali menjadi Rp4 penjualan. Batas ROAS yang sehat berbeda untuk setiap bisnis, tergantung margin keuntungan.

Dari mana datanya?

Untuk menghitung angka-angka di atas, Anda butuh tiga hal untuk setiap chat:

  1. Dari iklan mana chat itu datang. Meta mencatat chat yang dimulai dari iklan Click-to-WhatsApp.
  2. Tahapnya: masih tanya-tanya, sudah jadi prospek, atau sudah membeli. Paling mudah dicatat lewat label WhatsApp Business oleh tim CS.
  3. Nilai pembeliannya, untuk chat yang sudah membeli.

Banyak bisnis mencatat ini secara manual di spreadsheet. Itu bisa berjalan selama chat masih sedikit, tetapi cepat kewalahan saat iklan membesar dan beberapa CS bekerja bersamaan.

Kirim juga ke Meta, bukan hanya ke laporan

Menghitung biaya per pembeli membantu Anda mengambil keputusan. Tetapi algoritma iklan juga perlu tahu. Kalau data prospek dan pembelian dikirim kembali ke Meta lewat Conversions API, Meta bisa mengoptimalkan iklan untuk mencari pembeli, bukan sekadar pengirim chat.

Ringkasan

  • Biaya per percakapan hanya memberi tahu seberapa murah iklan memancing chat.
  • Biaya per prospek dan biaya per pembeli memberi tahu seberapa baik iklan mendatangkan pelanggan.
  • ROAS memberi tahu apakah iklan menguntungkan.

AdSignal mencatat sumber setiap chat (iklan Meta, iklan Google, atau organik), tahapnya dari label WhatsApp Business, dan nilai pembeliannya, lalu mengirimkannya ke platform iklan. Angka biaya per pembeli tidak perlu lagi dihitung manual. Jadwalkan demo untuk melihatnya.

A
Tim AdSignal
AdSignal Blog · Jadwalkan demo

Artikel lainnya